Rocky Gerung Ajak Taruna STPN Pahami Tanah dari Perspektif Adat, Negara dan Ekonomi
Puruk Cahu, Habar Terkini. Com— Akademisi dan filsuf Rocky Gerung mengajak Taruna dan Taruni Politeknik Agraria STPN memahami persoalan pertanahan secara lebih luas, khususnya dari perspektif masyarakat adat, negara, dan ekonomi. Menurutnya, tanah memiliki makna berbeda bagi setiap pihak dan tidak dapat dipandang hanya sebagai objek kepemilikan.
Hal tersebut disampaikan Rocky saat menjadi narasumber dalam Kuliah Umum bertema “Tanah, Negara, dan Rakyat: Memaknai Kembali Transformasi Pelayanan Pertanahan dalam Perspektif Kebangsaan” di Politeknik Agraria STPN, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (4/9/2026).
Rocky menjelaskan, bagi masyarakat adat, tanah berkaitan erat dengan kehidupan serta warisan leluhur. Sementara bagi negara, tanah memiliki fungsi sosial yang diatur melalui hukum dan kebijakan. Adapun bagi korporasi, tanah dapat dipandang sebagai komoditas yang memiliki nilai ekonomi dan bisnis.
Menurutnya, perbedaan pemaknaan tersebut menjadi salah satu hal penting yang harus dipahami calon insan pertanahan. Ia menilai konflik agraria tidak semata-mata berkaitan dengan perebutan bidang tanah, tetapi juga menyangkut perbedaan pemahaman mengenai hak, fungsi, dan nilai tanah.
Kuliah umum tersebut diikuti lebih dari 500 Taruna/i Politeknik Agraria STPN serta dihadiri Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid dan jajaran Kementerian ATR/BPN. Forum ini diharapkan memperluas wawasan para calon insan pertanahan dalam memahami pengelolaan tanah yang berorientasi pada keadilan dan kesejahteraan masyarakat.
(Pengki)
Posting Komentar