Ad

Antisipasi Karhutla Terus Dilakukan, Status Darurat Kemarau di Murung Raya Masih Dikaji

Puruk Cahu, Habar Terkini .Com– Pemerintah Kabupaten Murung Raya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengintensifkan langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun hingga awal Juni 2026 status darurat kemarau maupun siaga karhutla belum ditetapkan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Murung Raya, Natanael Dong, mengatakan penetapan status darurat masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah serta perkembangan kondisi cuaca yang saat ini masih berubah-ubah.

Menurutnya, meskipun prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan wilayah Kalimantan Tengah telah memasuki musim kemarau, kondisi riil di lapangan masih menunjukkan curah hujan yang cukup tinggi dan tidak menentu.
“Penetapan status tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. 

Kami masih menunggu SK Gubernur dan terus memantau perkembangan cuaca sebagai dasar dalam menentukan langkah selanjutnya,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (2/6/2026).
Natanael menjelaskan, secara prediksi musim kemarau berlangsung mulai April hingga Oktober. 

Namun hingga saat ini sejumlah wilayah di Murung Raya masih sering diguyur hujan, bahkan beberapa daerah masih mengalami genangan air dan banjir ringan akibat cuaca yang fluktuatif.
Meski demikian, BPBD tidak tinggal diam. 

Berbagai upaya mitigasi dan pencegahan terus dilakukan guna mengantisipasi potensi karhutla yang dapat terjadi sewaktu-waktu saat intensitas hujan mulai berkurang.

BPBD secara rutin memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran. 

Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas yang dapat menimbulkan api di lingkungan sekitar.

Selain itu, petugas BPBD terus turun ke desa-desa dan kawasan permukiman untuk menyampaikan pesan-pesan kesiapsiagaan bencana sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan karhutla.

Peran Masyarakat Peduli Api (MPA) yang telah dibentuk di sejumlah desa dan kelurahan juga terus diperkuat. Kelompok tersebut menjadi ujung tombak dalam melakukan deteksi dini dan penanganan awal apabila terjadi kebakaran maupun bencana lainnya.

“MPA memiliki peran penting karena berada langsung di tengah masyarakat dan dapat merespons lebih cepat ketika terjadi kejadian di lapangan. Karena itu pembinaan dan pelatihan terus kami lakukan,” kata Natanael.

BPBD Murung Raya menegaskan bahwa kondisi saat ini masih bersifat kondisional dan belum dapat dikategorikan sebagai status darurat kemarau. 

Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan cuaca serta menunggu kebijakan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebelum mengambil keputusan terkait penetapan status darurat maupun siaga karhutla di wilayah Murung Raya.

(Pengki)
Baca Juga:
https://www.habarterkini.com/2026/06/antisipasi-karhutla-terus-dilakukan.html

Berita Terbaru

  • Antisipasi Karhutla Terus Dilakukan, Status Darurat Kemarau di Murung Raya Masih Dikaji
  • Antisipasi Karhutla Terus Dilakukan, Status Darurat Kemarau di Murung Raya Masih Dikaji
  • Antisipasi Karhutla Terus Dilakukan, Status Darurat Kemarau di Murung Raya Masih Dikaji
  • Antisipasi Karhutla Terus Dilakukan, Status Darurat Kemarau di Murung Raya Masih Dikaji
  • Antisipasi Karhutla Terus Dilakukan, Status Darurat Kemarau di Murung Raya Masih Dikaji
  • Antisipasi Karhutla Terus Dilakukan, Status Darurat Kemarau di Murung Raya Masih Dikaji

Posting Komentar

Ad
Ad