Wabup Rahmanto Muhidin Saatnya Benahi Tambang dan Selamatkan Lingkungan
Puruk Cahu, Habar Terkini. Com— Banjir yang melanda Kota Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, akibat tingginya curah hujan, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, menilai peristiwa tersebut bukan sekadar fenomena alam, melainkan juga cerminan dari kondisi lingkungan yang perlu mendapat perhatian bersama, pada tanggal 08/04/2026
Dalam keterangannya, Rahmanto menegaskan bahwa berbagai faktor yang berpotensi memperparah banjir tidak bisa diabaikan, termasuk tata kelola hutan dan aktivitas pertambangan yang harus terus dibenahi. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.
“Banjir ini bukan hanya karena hujan deras, tetapi juga bagaimana kita memperlakukan alam. Pengelolaan hutan dan aktivitas tambang perlu terus dievaluasi agar tidak memperburuk kondisi,” ujarnya.
Di tengah situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama relawan bergerak cepat melakukan penanganan pasca banjir. Sejumlah titik di Kota Puruk Cahu dibersihkan dari lumpur dan sampah, sementara akses masyarakat yang sempat terganggu kini mulai dipulihkan secara bertahap.
Rahmanto menyampaikan bahwa langkah cepat tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang terdampak. Ia memastikan pemerintah daerah akan terus hadir dalam setiap proses pemulihan.
Meski demikian, ia juga mengajak masyarakat untuk tetap bijak dan adil dalam menyikapi persoalan, khususnya terkait aktivitas pertambangan. Menurutnya, tidak semua aktivitas tambang menjadi penyebab utama banjir, namun setiap kegiatan wajib mematuhi aturan dan memperhatikan dampak lingkungan.
“Tidak semua tambang adalah sumber masalah, tetapi setiap aktivitas harus tunduk pada regulasi dan menjaga keseimbangan alam,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Murung Raya memastikan tidak akan tinggal diam. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan, pengawasan diperketat, serta upaya pemulihan lingkungan akan menjadi prioritas ke depan.
Rahmanto juga menilai kritik dari masyarakat sebagai bagian penting dalam proses perbaikan. Namun, ia mengingatkan bahwa tujuan utama yang harus dicapai adalah solusi nyata dan berkelanjutan.
“Daerah ini bukan hanya tempat kita hidup hari ini, tetapi juga titipan bagi generasi mendatang. Jangan sampai apa yang kita nikmati sekarang menjadi beban di masa depan,” pungkasnya.
Banjir di Puruk Cahu pun menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga lingkungan, demi keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat di masa yang akan datang.
(Pengki)
Posting Komentar