Siaga Hadapi Karhutla dan Ancaman El Nino, BPBD Murung Raya Gelar Apel Kesiapsiagaan
Puruk Cahu, Habar Terkini. Com— Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Murung Raya menggelar apel pasukan dan sarana prasarana (sapras) sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus mengantisipasi dampak fenomena El Niño yang diprediksi terjadi dalam skala signifikan, 17/04/2026
Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor pemerintah daerah tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Apel ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Dalam kesempatan tersebut, para petugas melakukan pengecekan langsung terhadap kelengkapan peralatan, mulai dari alat pemadam kebakaran, kendaraan operasional, hingga perlengkapan pendukung lainnya. Selain itu, dilakukan pula simulasi penanganan awal sebagai bentuk respons cepat apabila terjadi kebakaran di lapangan.
Perwakilan BPBD Murung Raya menyampaikan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak bencana, terutama karhutla yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang. Fenomena El Nino yang berpotensi menyebabkan cuaca lebih kering dan panas dari biasanya juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Melalui apel ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh unsur siap siaga, baik dari segi personel maupun peralatan. Sinergi antarinstansi sangat penting agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.
Selain kesiapan teknis, masyarakat juga diimbau untuk turut berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Edukasi terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar terus digencarkan guna menekan potensi bencana yang dapat merugikan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Dengan dilaksanakannya apel kesiapsiagaan ini, Pemerintah Kabupaten Murung Raya berharap dapat mengantisipasi secara dini ancaman karhutla, serta meminimalisir dampak yang ditimbulkan akibat perubahan iklim global.
(Pengki)
Posting Komentar