Tiga Wilayah Terpencil di Murung Raya Dapat Sentuhan Negara Lewat Program P-KAT
Puruk Cahu,Habar Terkini.Com– Pemerintah melalui Kementerian Sosial RI terus memperluas jangkauan layanan sosial hingga ke wilayah-wilayah terluar dan terpencil. Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, menjadi salah satu lokasi prioritas pelaksanaan Program Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (P-KAT) tahun 2025.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Murung Raya, Andrie Ucan Kukui, mengungkapkan bahwa program ini merupakan langkah nyata untuk memastikan tidak ada warga negara yang tertinggal dari akses bantuan dan pembangunan.
“Program P-KAT bukan hanya soal bantuan fisik, tapi juga bagian dari misi negara menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat, termasuk komunitas adat terpencil,” ujar Andrie saat ditemui di kantornya, Kamis (10/7/2025).
Pelaksanaan program ini didasarkan pada SK Menteri Sosial RI Nomor 55/HUK/2025 tentang penetapan lokasi P-KAT. Tiga desa yang menjadi sasaran utama di Murung Raya adalah:
Desa Batu Putih, Kecamatan Murung (13 Juni 2025): Menerima bantuan stimulan pemberdayaan KAT, bantuan penghidupan berkelanjutan, dan pembangunan hunian tetap.
Desa Tumbang Molut, Kecamatan Sumber Barito (25 Juni 2025): Mendapat bantuan pemberdayaan, hunian tetap, sarana air bersih dan MCK, pembangunan balai sosial (Community Center), serta dukungan sarana pelengkap.
Desa Parahau, Kecamatan Seribu Riam (19 Juni 2025): Menerima paket bantuan lengkap mulai dari pemberdayaan KAT, hunian tetap, sanitasi, hingga sarana pendukung komunitas.
Andrie menegaskan, bantuan yang diberikan tak hanya menyentuh aspek dasar seperti tempat tinggal dan logistik, tetapi juga mendorong kapasitas ekonomi masyarakat melalui dukungan terhadap usaha kecil dan pemanfaatan potensi lokal.
Menurutnya, program ini memiliki empat manfaat utama:
1. Mengurangi beban hidup masyarakat KAT.
2. Memicu produktivitas dan kemandirian ekonomi.
3. Memperkuat akses terhadap layanan dasar seperti air bersih dan sanitasi.
4. Menjadi tahap awal integrasi menuju program pembinaan lanjutan.
“Kami berharap masyarakat adat terpencil bisa bangkit dan berdiri sejajar dengan masyarakat lainnya dalam hal kesejahteraan dan pembangunan,” tambah Andrie.
Dinas Sosial Murung Raya juga memastikan proses pendampingan tidak berhenti setelah bantuan diberikan. Pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan transformasi sosial dengan pendekatan partisipatif dan berkelanjutan.
(Pengki)
Posting Komentar